Senin, 20 April 2026

 


METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF 

PENDIDIKAN BAHASA ARAB

 
(Rizka Widayanti dan Yelfi Dewi S)



Dalam era globalisasi saat ini, penting bagi para peneliti; akademisi; dan praktisi pendidikan bahasa Arab untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang metodologi penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menawarkan pendekatan yang memungkinkan untuk mengeksplorasi kompleksitas dalam konteks pendidikan bahasa Arab; menggali makna di balik fenomena; dan menggambarkan realitas yang ada. Buku Metodologi Penelitian Kualitatif Pendidikan Bahasa Arab ini, disusun dengan tujuan memberikan panduan yang komprehensif bagi para pembaca yang tertarik untuk melakukan penelitian dalam bidang pendidikan bahasa Arab. Melalui bab-bab yang disusun secara sistematis, pembaca akan dibimbing melalui berbagai tahapan penelitian kualitatif, mulai dari perencanaan penelitian hingga analisis data.



DOWNLOAD DISINI


Hubungi kami do contak Watshapp









 


METODOLOGI  PEMBELAJARAN BAHASA  ARAB 
(Gamar Al Haddar dkk)



Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahNya, maka Penulisan Buku dengan judul Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab dapat diselesaikan. Buku ini berisikan bahasan tentang teori bahasa dan teori pembelajaran, pembelajaran istima’, pembelajaran muhadatsah, pembelajaran qira’ah, pembelajaran kitabah, perencanaan pembelajaran bahasa Arab, pendekatan dan metode pembelajaran bahasa Arab, media pembelajaran bahasa Arab dan pengembangan materi bahasa Arab. Buku ini masih banyak kekurangan dalam penyusunannya. Oleh karena itu, kami sangat mengaharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan buku ini selanjutnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian Buku ini. Semoga Buku ini dapat menjadi sumber referensi dan literatur yang mudah dipahami.


DOWNLOAD DISINI

Hubungi Kami di Contak Watshapp



 

Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab 

(Abd Muhith)



Bahasa Arab dengan anatomi di dalamnya seperti pusaka sastra, pengetahuan dan budaya yang mengitari -kenyataannya antara bahasa dan budaya terdapat hubungan yang erat, sekaligus merupakan sarana bagi kemajuan bagi sebuah kebudayaan - merupakan salah satu dari bahasa-bahasa besar di dunia yang ada pada saat ini. Dengan demikian, bahasa Arab menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari umat Islam terlebih al-Qur’an. Jika ditelisik lebih dalam, al-Qur’an di samping berfungsi sebagai kitab suci dari umat Islam, di dalamnya juga menggambarkan budaya tertentu, mungkin karena al-Qur’an merupakan sebuah teks yang menggunakan bahasa tertentu dengan aspek-aspek lain yang mengitari.
Namun, kebesaran bahasa Arab ini diperoleh sejak dari munculnya agama Islam dan turunnya al-Qur’an, sehingga dua entitas ini menjadi bagian yang tidak bisa terfregmentasi secara diamentral. Dari sejak itu, bahasa Arab senantiasa bergandengan dengan Islam sebagai bahasa agama yang membungkus paradigma-sentralistik keumatan. Oleh sebab itu, bahasa Arab memperoleh tempat yang sangat terhormat di kalangan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Bahkan ditelusuri pada fakta sejarah, selama masa kebangkitan Islam, bahasa Arab memiliki peran yang sangat besar dalam mengembankan berbagai macam ilmu pengetahuan melalui simbol-simbol yang dipakai di dalamnya.


DOWNLOAD DISINI

Hubungi kami di contak Watsahapp


 


METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB 

(Konvensional hingga Era Digital)



        Setiap program pembelajaran-termasuk program pembelajaran bahasa Arab-mencakup empat komponen utama, yaitu (1) tujuan, (2) materi, (3) metode, dan (4) evaluasi. Di antara empat komponen tersebut, metode pembelajaran merupakan komponen yang paling banyak dibahas dan dikaji dalam berbagai forum dan literature. Karena itu, metode pembelajaran merupakan komponen yang paling berkembang di banding tiga komponen lainnya.
        Dalam konteks pembelajaran bahasa, telah berkembang sejumlah metode pembelajaran bahasa. Antara lain yang paling popular adalah Metode Gramatika Terjemah (1800-1900), Metode Langsung (1890-1930), Metode struktural (1930-1960), Metode Membaca (1920-1950), Metode Audiolingual (1950-1970), Metode Situasional (1950-1970), dan Pendekatan Komunikatif (1970-sekarang). Pada tahun 1977 juga muncul metode baru dalam pembelajaran bahasa, yaitu Metode Total Physical Response (TPR). Sejumlah metode lain pun bermunculan. Lahirnya setiap metode pembelajaran tersebut mendukung prinsip bahwa at-Tharĩqah ahammu min almãddah ‘metode lebih penting daripada materi’.
        Pada dasarnya tidak ada satu metode pun yang paling baik daripada lainnya. Setiap metode memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, terlebih lagi jika dikaitkan dengan materi, siswa, dan lingkungan pembelajaran. Karena itu para guru disarankan untuk menggunakan berbagai metode secara
eklektik, yaitu menggunakan berbagai metode sekaligus dengan mengambil aspek-aspek positif dari metode yang dipilih, sehingga berkembang istilah metode eklektik.


DOWNLOAD DISINI


Hubungi Kami di contak Watshapp




 Metode Penelitian Bahasa Arab (Rika Astari)



Alḥamdulillāh, segala puji hanya milik Allah Ta’ala, buku

yang berjudul “Metode Penelitian Bahasa Arab: Teori dan Praktik”

ini telah terbit guna membantu pembaca untuk memahami

konsep dan langkah-langkah penelitian yang berkaitan dengan

pengembangan keilmuan Bahasa Arab.

Buku ini memaparkan teori-teori dan penjelasan langkah

kerja yang diperlukan dalam penelitian bahasa Arab. Penggunaan

pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian Bahasa

diuraikan berdasarkan kajian fonologis, sintaksis, semantik,

terjemah dan pembelajaran bahasa Arab. Pada bab publikasi karya

ilmiah, dijelaskan pula paragraf artikel dan strategi publikasi di

jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional.

Selamat kepada para penulis, semoga buku ini bermanfaat

dan memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan

Bahasa Arab.

DONLOAD DISINI

Hubungi kami di contak watshapp


Selasa, 07 April 2026


 كتاب الملل والنحل






كتاب زعماء الإسلام


Rabu, 18 Maret 2026



Khutbah idul fitri 1447.H/ 2026.M

Oleh : Khairul Akman, S.Pd.I

Masjid Al-Ikhlas RT. 11 Kenali Besar Kota Jambi

 

اللَّه أَكْبَرُ ٩×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ رَمَضَانَ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ صِفَةُ الرَّحْمَةِ والْمَغْفِرَةِ لِعِبَادِهِ مُدِمِيْنَ لِلْاِسْتِغْفَارِ وَالتَّوْبَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَفَاعَةِ الْعُظْمَى فِي الَدَّارِ الْأُخْرَى. وقَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَاللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ

 

Saudara-saudara kaum muslimin Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah SWT.

Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat kesehatan, serta kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan hingga akhirnya kita dipertemukan dengan hari kemenangan, yaitu Idul Fitri.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman. Muda-mudahan kita semua mendapat syafaat beliau di yaumil qiyamah, amin ya robbal alamin.

Mengawali khutbah pada pagi yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allâh SWT, yakni dengan berusaha semaksimal mungkin menjalankan semua perintahnya dan berusaha pula meninggalkan semua laranganya.

Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah berhasil menjalani ibadah puasa, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadan.

Oleh karena itu, Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

اَللَّه أَكْبَرُ ٣× وَللهِ الْحَمْدُ

Marilah kita jadikan hari raya ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadan dengan terus memperbanyak amal kebaikan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah.

Dengan berakhirnya bulan suci Romadhan ini, bukan berarti selesailah tugas dan kewajiban kita baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia, namun masih terhampar tugas dan kewajiban kita yang harus kita lakukan.

Kemenangan idul fitri dengan harapan selalu menyemai kebaikan serta keberkahan, hal ini dapat diwujudkan dengan dengan tiga cara sebagai berikut:

Pertama Puasa ramadhan yang telah kita kerjakan sudah sesui dan benar dengan tuntunan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya, sebab apabila puasa romadhan telah kita lakukan sesuai dengan tuntunan maka Allah akan menganpuni dosa-doasa kita sesuai dengan sabda rasulullah :

مَنْ صَامَ رَمَـــضَانَ اِيْمَــــانًا وَاحْتِـــــسَابًا غُفِــَرلَهُ مَاتـَـــقَدَّمَ مِنْذَنْبــــِهِ

Artinya: barang siapa puasa Romadhan karena iman dan penuh perhitungan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR.Bukhari)

 

Kedua: membayar zakat fitrah.

     Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin di akhir romadhan dan  juga berfungsi untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dari segala hal yang dapat merusak amalan Romadhan, serta dapat membantu para fakir-miskin.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: (فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اَلْفِطْرِ؛ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اَللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ اَلصَّدَقَاتِ.

Artinya : dari Ibnu Abbas ia berkata : Rasulullah SAW.telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan bagi orang yang berpuasa dari pebuatan yang sia-sia dan perkataan yang kotor, dan untuk memberi makan fakir-miskin dan barang siapa melaksanakannya sebelum shalat Idul Fitri maka itulah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Idul Fitri maka merupakan shaqah biasa.(HR.Abu Daud dan Ibnu Majah)

 

اَللَّه أَكْبَرُ ٣× وَللهِ الْحَمْدُ

Hadirin jemaah  Idul Fitri Rahimakumullah.

     Setelah menunaikan  puasa dan zakat fitrah sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan, maka berarti kita sudah memenuhi sebagian persyaratan untuk menyemai kebaikan serta keberkahan.

 

Ketiga : yaitu saling maaf-memaafkan.

         Setelah berakhir puasa Romadhan dan ditutup dengan zakat fitrah maka insya’Allah semua dosa kita dapat diampuni oleh Allah, sehingga kita kembali bersih laksana bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta. Tetapi dosa terhadap sesama manusia Allah tidak akan mengampuni sebelum diantara keduanya saling maaf-memaafkan.

 

Hadirin jemaah  Idul Fitri Rahimakumullah.

Setelah hak -hak Allah kita tunaikan selama Ramadhan melalui ibadah - ibadah yang kita lakukan, tibalah kini waktu untuk memenuhi hak -hak sesama hamba. Hari raya adalah salah satu momen yang tepat untuk mempererat tali shilaturrahim dan memperkuat hubungan persaudaraan sesama muslim dan sesama anak bangsa.

Shilaturrahim bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika tidak memungkinkan dengan bertemu fisik, maka bisa diganti dengan pertemuan secara daring. Shilaturrahim juga dapat dilakukan dengan saling bertegur sapa dan menanyakan kabar melalui sambungan telepon.

Dalam Shahih Ibn Hibbban dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Wahai Rasulullah, beritahulah aku tentang sesuatu yang jika aku kerjakan, maka aku akan masuk surga. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

أَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

 

Artinya: “ Berikanlah makanan, sambunglah tali shilaturrahim dan lakukan shalat malam ketika orang -orang tidur, maka engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Hibban)

 

Menyambung shilaturrahim adalah salah satu kewajiban dan memutus shilaturrahim termasuk salah satu dosa besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ: قَالَ سُفْيَانُ: يَعني قاطِعَ رَحِمٍ

 Artinya: “Tidak akan masuk surga (bersama orang -orang yang lebih awal masuk surga) orang yang memutusshilaturrahim (HR. al-Bukhari dan Muslim)

اَللَّه أَكْبَرُ ٣× وَللهِ الْحَمْدُ

 

Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang berbahagia

Ramadhan tiada lain adalah madrasah yang menempa diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu pribadi yang memenuhi hak Allah dan hak sesama hamba. Pribadi yang melakukan kewajiban kepada sesama hamba dan kewajiban kepada Allah ُ subhanahu wata’ala. Ketika menjalani pendidikan dan pelatihan di Madrasah Ramadhan, kita ditempa untuk menerima berbagai pelajaran. Diantaranya:

Pertama, takwa. Tujuan utama dari puasa adalah la’allakum tattaquun. Artinya, puasa Ramadhan diwajibkan agar menjadi wasilah bagi kita untuk meraih ketakwaan. Ketika berpuasa, kita mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan syahwat makan, minum dan syahwat-syahwat lainnya. Kita melakukan hal itu tiada lain karena kecintaan kita kepada Allah SWT.

Kedua, ikhlash, yakni melakukan ketaatan semata-mata karena Allah. Puasa mengajarkan kepada kita keikhlasan dan menghindarkan diri dari niat ingin memperoleh pujian dari sesama ketika kita melakukan ketaatan. Puasa seorang mukmin adalah rahasia antara dirinya dan Allah SWT.

Ketiga, sabar. Di Madrasah Ramadhan, kita dilatih dan dididik untuk bersabar. Dengan berpuasa, kita belajar sabar dengan tiga jenisnya sekaligus: sabar dalam melakukan ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan dan sabar dalam menghadapi musibah.

 

  اَللَّه أَكْبَرُ ٣× وَللهِ الْحَمْدُ

 

Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang berbahagia

Itulah tiga di antara sekian banyak pelajaran dari Madrasah Ramadhan. Jika seluruh pelajaran itu sudah berhasil kita terapkan di bulan Ramadhan, marilah kita mempertahankannya setelah kita meninggalkan Ramadhan. Jika pelajaran-pelajaran itu telah menghiasi diri kita baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan, sungguh kita termasuk orang -orang yang mulia menurut Allah SWT. Alangkah indah dan bahagianya kita jika telah menjadi pribadi yang bertakwa, ikhlash dalam menjalankan ketaatan dan selalu bersabar.

 

Hadirin Jemaah idul fitri Rahimakumullah

Tiada untaian kata dan doa melainkan semoga Allah diakhir Romadhan ini dapat mengangkat  derajat kita yang setinggi-tingginya dihadapan Allah dan menjadikan kita orang yang menang, kemenagan yang penuh keberkahan dan kembali fitrah dan selamat  baik didunia maupun diakhirat.

Demikian khutbah Idul Fitri yang penuh keberkahan ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kemampuan dan kekuatan untuk mengamalkan berbagai pelajaran dari Madrasah Ramadhan dalam kehidupan kita sehari -hari dan mudah - mudahan kita diberikan umur yang panjang serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang. Amin ya robbal almin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ أّقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

Khutbah Ke Dua Idul Fitri

 

 

          اَللَّهُ أَكْبَرُ ٣×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَرَحًا وَسُرُورًا بَعْدَ تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ .عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ مِنْ تَمَامِ شُكْرِ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَيْنَا فِي هٰذَا الْيَوْمِ أَنْ نُحَافِظَ عَلَى الطَّاعَاتِ، وَأَنْ نَصِلَ الْأَرْحَامَ، وَأَنْ نَغْفِرَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ، وَأَنْ نَتَرَاحَمَ وَنَتَعَاوَنَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَتَذَكَّرُوا أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْأَعْمَالِ بَعْدَ رَمَضَانَ الِاسْتِقَامَةَ عَلَى الطَّاعَةِ، فَإِنَّ رَبَّ رَمَضَانَ هُوَ رَبُّ سَائِرِ الشُّهُورِ

قَالَ الله تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَظِيمِ "إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا". اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ َللْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ واِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَناَ وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَزكَاتَناَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْفَائِزِينَ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

 

 



Rabu, 12 November 2025

Rapat Persiapan Yudisium Fakultas Adab dan Humaniora dan Evaluasi Kegiatan



    Rabu, 12 November 2025. Bertempat di ruang munaqasyah lantai 1 Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora secara langsung memimpin Rapat Persiapan Yudisium dan Evaluasi Kegiatan Fakultas. 
    
    Dalam rapat tersebut Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr. Dian Mursyidah, M.Ag menjelaskan bahwa perlu adanya singkronisasi dalam persiapan Yudisium yang akan dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025 yang akan datang, baik secara teknis maupun non teknis, “Ungkap Dekan”. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa yudisium FAH kali jauh lebih banyak peserta yang ikut, yaitu sebanyak 116 peserta, untuk itu perlu adanya kematangan dalam pelaksanaan kegiatan yudisium nanti.

    Pada kesempatan lain, dekan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mensukseskan kegiatan ICOLL pada minggu yang lalu, dan mengingatkan kepada Kaprodi dan sekprodi yang telah melaksanakan kegiatan untuk dapat menyelesaikan laporan, karena sudah mendekati akhir tahun yang semua kegiatan harus ada laporan sesuai dengan kegiatan.

     Turut hadir dalam rapat ini Wakil Dekan I, II, III dan Kepala Tata Usaha Fakultas Adab dan Humaniora serta seluruh Kaprodi, Sekprodi dan seluruh Tendik. 









Editor : Humas FAH


Rabu, 01 Oktober 2025

 

Vidio Animasi Cerita Pendek Berbahasa Arab Untuk Anak-Anak 

Dalam Memahami Bahasa Arab









 


Vidio Animasi Cerita Pendek Berbahasa Arab Untuk Anak-Anak 

Dalam Memahami Bahasa Arab















Postingan Populer

Mengenai Saya

Foto saya
Jambi, Kota Jambi, Indonesia

Putra Muaro Bungo

Putra Muaro Bungo
Jadilah Diri Sendiri Tanpa Berharap Kepada Manusia

Simpel Aja

Simpel Aja

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)

My Famili

SELAMAT DATANG DI BLOK

KHAIRUL AKMAN, S.Pd.I KHAIRUL AKMAN, S.Pd.IKHAIRUL AKMAN, S.Pd.IKHAIRUL AKMAN, S.Pd.IKHAIRUL AKMAN, S.Pd.I

Pengikut

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Total Tayangan Halaman

TERIM KASIH

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DI BLOG KAMI SEMOGA BERMANFAAT