Khutbah idul fitri 1447.H/ 2026.M
Oleh : Khairul Akman, S.Pd.I
Masjid Al-Ikhlas RT. 11 Kenali Besar Kota Jambi
اللَّه أَكْبَرُ ٩×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ
للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى
جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ رَمَضَانَ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ صِفَةُ الرَّحْمَةِ
والْمَغْفِرَةِ لِعِبَادِهِ مُدِمِيْنَ لِلْاِسْتِغْفَارِ وَالتَّوْبَةِ. وَأَشْهَدُ
أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَفَاعَةِ
الْعُظْمَى فِي الَدَّارِ الْأُخْرَى. وقَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ أَمَّا
بَعْدُ، فَيَا عِبَادَاللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ:
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ
Saudara-saudara kaum muslimin Jamaah
Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah SWT.
Alhamdulillah segala
puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat
kesehatan, serta kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan hingga
akhirnya kita dipertemukan dengan hari kemenangan, yaitu Idul Fitri.
Shalawat serta salam
semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya,
serta seluruh umatnya hingga akhir zaman. Muda-mudahan kita semua mendapat
syafaat beliau di yaumil qiyamah, amin ya robbal alamin.
Mengawali
khutbah pada pagi yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita
semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha
meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allâh SWT, yakni dengan
berusaha semaksimal mungkin menjalankan semua perintahnya dan berusaha pula
meninggalkan semua laranganya.
Jamaah Idul Fitri yang
dimuliakan Allah,
Idul Fitri merupakan hari
kemenangan bagi umat Islam setelah berhasil menjalani ibadah puasa, menahan hawa nafsu, serta
memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadan.
Oleh karena itu, Idul
Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki
diri serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
اَللَّه أَكْبَرُ ٣×
وَللهِ الْحَمْدُ
Marilah kita jadikan
hari raya ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita
menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadan dengan terus
memperbanyak amal kebaikan. Semoga Allah SWT
menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang
kembali kepada fitrah.
Dengan berakhirnya bulan
suci Romadhan ini, bukan berarti selesailah tugas dan kewajiban kita baik
terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia, namun masih terhampar tugas dan
kewajiban kita yang harus kita lakukan.
Kemenangan idul fitri
dengan harapan selalu menyemai kebaikan serta keberkahan, hal ini dapat
diwujudkan dengan dengan tiga cara sebagai berikut:
Pertama Puasa ramadhan yang
telah kita kerjakan sudah sesui dan benar dengan tuntunan yang telah digariskan
oleh Allah dan Rasul-Nya, sebab apabila puasa romadhan telah kita lakukan
sesuai dengan tuntunan maka Allah akan menganpuni dosa-doasa kita sesuai dengan
sabda rasulullah :
مَنْ صَامَ رَمَـــضَانَ اِيْمَــــانًا وَاحْتِـــــسَابًا غُفِــَرلَهُ
مَاتـَـــقَدَّمَ مِنْذَنْبــــِهِ
Artinya: barang siapa
puasa Romadhan karena iman dan penuh perhitungan maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu. (HR.Bukhari)
Kedua: membayar zakat fitrah.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin di akhir romadhan dan
juga berfungsi untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dari segala
hal yang dapat merusak amalan Romadhan, serta dapat membantu para fakir-miskin.
Sesuai dengan sabda
Rasulullah SAW.
عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: (فَرَضَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اَلْفِطْرِ؛ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ
اَللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ
اَلصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ اَلصَّلَاةِ
فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ اَلصَّدَقَاتِ.
Artinya : dari Ibnu Abbas ia berkata : Rasulullah SAW.telah mewajibkan
zakat fitrah untuk membersihkan bagi orang yang berpuasa dari pebuatan yang
sia-sia dan perkataan yang kotor, dan untuk memberi makan fakir-miskin dan
barang siapa melaksanakannya sebelum shalat Idul Fitri maka itulah zakat yang
diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Idul Fitri maka
merupakan shaqah biasa.(HR.Abu Daud dan Ibnu Majah)
اَللَّه أَكْبَرُ ٣×
وَللهِ الْحَمْدُ
Hadirin jemaah
Idul Fitri Rahimakumullah.
Setelah menunaikan puasa dan zakat fitrah sesuai dengan tuntunan
yang telah ditetapkan, maka berarti kita sudah memenuhi sebagian persyaratan
untuk menyemai kebaikan serta keberkahan.
Ketiga : yaitu saling maaf-memaafkan.
Setelah berakhir puasa Romadhan dan ditutup
dengan zakat fitrah maka insya’Allah semua dosa kita dapat diampuni oleh Allah,
sehingga kita kembali bersih laksana bayi yang baru lahir dan kertas yang belum
kena tinta. Tetapi dosa terhadap sesama manusia Allah tidak akan mengampuni
sebelum diantara keduanya saling maaf-memaafkan.
Hadirin jemaah
Idul Fitri Rahimakumullah.
Setelah hak -hak Allah
kita tunaikan selama Ramadhan melalui ibadah - ibadah yang kita lakukan,
tibalah kini waktu untuk memenuhi hak -hak sesama hamba. Hari raya adalah salah
satu momen yang tepat untuk mempererat tali shilaturrahim dan memperkuat hubungan
persaudaraan sesama muslim dan sesama anak bangsa.
Shilaturrahim bisa
dilakukan dengan berbagai cara. Jika tidak memungkinkan dengan bertemu fisik,
maka bisa diganti dengan pertemuan secara daring. Shilaturrahim juga dapat
dilakukan dengan saling bertegur sapa dan menanyakan kabar melalui sambungan
telepon.
Dalam Shahih Ibn
Hibbban dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Wahai Rasulullah, beritahulah aku tentang sesuatu yang jika aku kerjakan, maka
aku akan masuk surga. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَطْعِمُوا
الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ،
تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
Artinya: “ Berikanlah makanan, sambunglah tali shilaturrahim dan
lakukan shalat malam ketika orang -orang tidur, maka engkau akan masuk surga
dengan selamat” (HR. Ibnu Hibban)
Menyambung shilaturrahim adalah salah satu kewajiban dan
memutus shilaturrahim termasuk salah satu dosa besar. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ: قَالَ
سُفْيَانُ: يَعني قاطِعَ رَحِمٍ
Artinya: “Tidak akan
masuk surga (bersama orang -orang yang lebih awal masuk surga) orang yang
memutusshilaturrahim (HR. al-Bukhari dan Muslim)
اَللَّه أَكْبَرُ ٣× وَللهِ الْحَمْدُ
Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang berbahagia
Ramadhan tiada lain
adalah madrasah yang menempa diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu
pribadi yang memenuhi hak Allah dan hak sesama hamba. Pribadi yang melakukan
kewajiban kepada sesama hamba dan kewajiban kepada Allah ُ subhanahu wata’ala. Ketika
menjalani pendidikan dan pelatihan di Madrasah Ramadhan, kita ditempa untuk
menerima berbagai pelajaran. Diantaranya:
Pertama, takwa. Tujuan utama dari puasa
adalah la’allakum tattaquun. Artinya, puasa Ramadhan diwajibkan agar
menjadi wasilah bagi kita untuk meraih ketakwaan. Ketika berpuasa, kita
mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan syahwat makan, minum dan
syahwat-syahwat lainnya. Kita melakukan hal itu tiada lain karena kecintaan
kita kepada Allah SWT.
Kedua, ikhlash, yakni melakukan
ketaatan semata-mata karena Allah. Puasa mengajarkan kepada kita keikhlasan dan
menghindarkan diri dari niat ingin memperoleh pujian dari sesama ketika kita
melakukan ketaatan. Puasa seorang mukmin adalah rahasia antara dirinya dan
Allah SWT.
Ketiga, sabar. Di Madrasah Ramadhan,
kita dilatih dan dididik untuk bersabar. Dengan berpuasa, kita belajar sabar
dengan tiga jenisnya sekaligus: sabar dalam melakukan ketaatan, sabar dalam
menjauhi kemaksiatan dan sabar dalam menghadapi musibah.
اَللَّه
أَكْبَرُ ٣× وَللهِ الْحَمْدُ
Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang berbahagia
Itulah tiga di antara
sekian banyak pelajaran dari Madrasah Ramadhan. Jika seluruh pelajaran itu
sudah berhasil kita terapkan di bulan Ramadhan, marilah kita mempertahankannya
setelah kita meninggalkan Ramadhan. Jika pelajaran-pelajaran itu telah
menghiasi diri kita baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan,
sungguh kita termasuk orang -orang yang mulia menurut Allah SWT. Alangkah
indah dan bahagianya kita jika telah menjadi pribadi yang bertakwa, ikhlash
dalam menjalankan ketaatan dan selalu bersabar.
Hadirin Jemaah idul
fitri Rahimakumullah
Tiada untaian kata dan
doa melainkan semoga Allah diakhir Romadhan ini dapat mengangkat derajat
kita yang setinggi-tingginya dihadapan Allah dan menjadikan kita orang yang
menang, kemenagan yang penuh keberkahan dan kembali fitrah dan selamat
baik didunia maupun diakhirat.
Demikian khutbah Idul
Fitri yang penuh keberkahan ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita
kemampuan dan kekuatan untuk mengamalkan berbagai pelajaran dari Madrasah
Ramadhan dalam kehidupan kita sehari -hari dan mudah - mudahan kita diberikan umur
yang panjang serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan pada tahun yang akan
datang. Amin ya robbal almin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فيِ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ أّقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Ke Dua Idul
Fitri
اَللَّهُ أَكْبَرُ ٣×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا
وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلهَ
إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا
فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا
اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى
اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوا
أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَرَحًا
وَسُرُورًا بَعْدَ تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ .عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ مِنْ تَمَامِ شُكْرِ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَيْنَا
فِي هٰذَا الْيَوْمِ أَنْ نُحَافِظَ عَلَى الطَّاعَاتِ، وَأَنْ نَصِلَ
الْأَرْحَامَ، وَأَنْ نَغْفِرَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ، وَأَنْ نَتَرَاحَمَ
وَنَتَعَاوَنَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَتَذَكَّرُوا أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ
الْأَعْمَالِ بَعْدَ رَمَضَانَ الِاسْتِقَامَةَ عَلَى الطَّاعَةِ، فَإِنَّ رَبَّ
رَمَضَانَ هُوَ رَبُّ سَائِرِ الشُّهُورِ
قَالَ الله تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَظِيمِ "إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا". اللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَعَنِ
التَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّينِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللَّهُمَّ
اغْفِرْ َللْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ واِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَناَ وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَزكَاتَناَ،
وَاجْعَلْنَا مِنَ الْفَائِزِينَ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ،
وَانْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ
أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.


0 comments:
Posting Komentar